Terapi gen bunuh diri telah menerima banyak perhatian dari para peneliti dan ahli klinis dalam bidang biologi kanker, sebagai sebuah terapi alternative dari khemoterapi konvensional dan radioterapi. Secara khas, terapi gen kanker bunuh diri melibatkan pelepasan spesifik dari bermacam gen sitotoksik, seperti faktor-faktor apoptotik atau kombinasi enzim-prodrug ke sel-sel kanker. Ekspresi selanjutnya dari gen-gen ini kemudian menyebabkan kematian sel. Mereka mempunyai batasan hakiki sebagai reagen terapeutik gen antikanker karena sel-sel kanker berkembang menjadi tahan terhadap serangan apoptotik.
Streptolysin O adalah sebuah toksin yang diekskresikan oleh bakteri Streptococcus dan sebuah anggota prototype dari bakteri sitolisin pembentuk pori bersama dengan toksin Staphylococcal dan hemolisin Escherichia coli. Streptolysin O memiliki rantai polipeptida tunggal dengan berat molekuler 62 kDa. Streptolysin O terikat secara khusus ke membran kolesterol, dan beroligomerasi untuk membentuk struktur cincin yang terdiri dari 45 hingga 50 unit, yang tersisip ke dalam membran untuk membuat pori-pori lebar berdiameter 25 hingga 30 nm.
Gen Streptolysin O dikloning dari genom Streptococcus pyogenes dan menguji kemungkinan penggunaannya sebagai reagen antikanker. Transfeksi transein dari gen Streptolysin O secara efisien membunuh sel-sel 293T setelah 12 jam transfeksi yang ditetapkan saat pelepasan dehidrogenase dan pengeluaran iodida propidium. Tidak ada aktivitas caspase yang dijalankan dan nekrosis menonjol selama kematian sel yang disebabkan Streptolysin O. Analisis biokimia dari protein Streptolysin O menyatakan bahwa penghapusan asam amino 5 satu-satunya dari daerah ujung COOH Streptolysin O, yang esensial untuk aktivitas pengikatan kolesterol, meniadakan aktivitas pemusnahan selnya, dimana daerah ujung NH2 lebih berpegas, misalnya hingga 115 asam amino bias dihapus tanpa mengubah aktivitas pemusnahan selnya. Akan dihasilkan adenovirus yang mengekspresikan Streptolysin O dan menginjeksikannya ke dalam tumor-tumor yang berasal dari kanker serviks manusia yang ditumbuhkan pada tikus percobaan. Dua puluh satu hari setelah injeksi, ukuran rata-rata tumor dalam kelompok yang diinjeksikan adenovirus Streptolysin O adalah 29.3 % dari kelompok kontrol. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa gen-gen toksin pembentuk pori-pori, seperti Streptolysin O, berpotensi untuk membentuk golongan baru dari reagen terapeutik gen bunuh diri (terapi gen antikanker).